KUNCI KEBERHASILAN DI BURSA SAHAM DAN KOMODITI UNTUK PEMULA
Pemula yang berniat terjun di bursa saham atau komoditi
sebaiknya menjauhi sikap menggampangkan persoalan dengan
pendekatan untung-untungan. Ia akan menempatkan diri pada posisi
yang rentan dengan mengambil risiko yang sangat besar.
Termasuk untung-untungan murni adalah judi yang tidak lain adalah
mempertaruhkan uang atau harta untuk dilipatgandakan tanpa
kehadiran makna ekonomis bagi para pesertanya secara kolektif.
Vakumnya makna ekonomis terletak dalam tidak adanya pertambahan
nilai bagi semua peserta karena jumlah harta mereka tetap sama
sebelum mau pun sesudah suatu permainan selesai. Bandar dan
pemenang memang mendapatkan harta tambahan, namun itu
sesungguhnya berasal dari kerugian peserta lainnya.
Sebaliknya di bursa saham terdapat makna ekonomis berupa investasi yang kian bertambah nilainya berupa kenaikan harga saham disebabkan likuiditas semakin tinggi, yang didorong oleh peningkatan produksi dan atau kinerja perusahaan terbuka yang terdaftar di sana. Suatu perusahaan disebut terbuka (disingkat tbk) atau publik karena saham-sahamnya diperdagangkan secara transparan di hadapan masyarakat umum yang bisa mengikuti perkembangan jual-belinya di jaringan komputer bursa saham.
Begitu pula di bursa komoditi, maka nilai ekonomisnya terkandung dalam penyelenggaraan lindung nilai (atau hedging) bagi produsen yang terdaftar di sana sehingga menyebabkan terjadinya likuiditas. Penawaran komoditi yang belum tersedia namun dapat dipesan berdasarkan kontrak melibatkan para pedagang yang berminat untuk membeli produk demikian untuk diterima secara fisik pada batas waktu yang telah diperjanjikan. Penawaran komoditi pada permulaan pasti dilaksanakan pada harga yang dianggap memadai untuk menutup biaya produksi sehingga melindungi produsen dari kerugian di kemudian hari. Menjelang waktu kepastian tersedianya komoditi semakin dapat dipercaya, dan perkembangan ini akan menarik permintaan yang biasanya akan semakin meningkat menjelang tanggal penyerahan.
Memang bursa saham mau pun komoditi juga menarik para spekulan yang tidak berminat untuk berinvestasi dengan menahan saham untuk jangka panjang, atau membeli produk secara fisik dengan menjualnya sebelum tiba tanggal penyerahannya, sehingga likuiditasnya semakin meningkat lagi. Para spekulan ingin menarik keuntungan dari kenaikan harga yang ditimbulkan pada proses peningkatan nilai ekonomis yang sedang terjadi, sekaligus menghasilkan peningkatan likuiditas yang menjadikan bursa sebagai pusat ekonomi yang lebih memikat.
Jelaslah bahwa dalam proses demikian yang menyangkut investasi dan lindung nilai atau 'hedging', tidak ada tempat untuk bertindak secara untung-untungan, namun harus ada perhitungan yang matang apakah tindakan jual-beli yang diambil adalah masuk akal dan benar.
Arti dan peranan spekulan
Likuiditas adalah tidak lain daripada jumlah peserta bursa yang terdiri dari para investor saham dan pedagang komoditi dan memang akan meningkat karena kehadiran para spekulan juga. Meskipun demikian istilah spekulan tidak harus mengandung arti spekulasi yang memaksudkan sikap untung-untungan, karena hanya menunjuk kepada golongan peserta bukan investor saham dan bukan pedagang komoditi juga.
Fenomena likuiditas ini sesungguhnya adalah manifestasi interaksi antara permintaan dan penawaran yang muncul di bursa dalam bentuk nyata berupa harga dan volume transaksi yang tercipta dari waktu ke waktu. Satuan waktu ini bisa ditetapkan dalam menit, jam, hari, pekan, bahkan bulan atau tahun.
Harga dan volume yang terbentuk dalam arus waktu akan menghasilkan grafik yang bila dibaca dengan tepat akan bisa memberikan petunjuk mengenai arah pergerakan selanjutnya sehingga para pelaku bursa bisa terbantu untuk mengambil keputusan yang benar mengenai tindakan jual-beli yang harus dan akan diambilnya kemudian. Adalah pada pembacaan grafik ini manakala pelaku bursa sudah mulai melaksanakan suatu analisis, yang tidak mungkin bisa terjadi bila pendekatan yang ditempuh adalah judi atau untung-untungan secara murni belaka.
Bila ingin diadakan analisis yang lebih terinci dan luas, maka dapat dibuat penghitungan lebih rumit tentang kinerja perusahaan publik yang merupakan emiten sahamnya, atau dilaksanakan pengamatan peristiwa yang menyangkut cuaca dan perkembangan ekonomi serta sosial-politik untuk komoditi yang sedang digelutinya.
Analisis dengan menggunakan grafik harga dan volume dinamakan analisis teknikal karena berdasarkan pengamatan perkembangannya di lapangan, yaitu didasari pada realitas berupa kejadian atau kenyataan secara teknis.
Analisis dengan memanfaatkan kinerja perusahaan publik dari laporan keuangannya dan lain-lain berita penting darinya, termasuk apa yang diseminasikan oleh media massa, disebut sebagai analisis fundamental karena memang bertopang pada dasar atau fundamen teoretis. Apa yang diharapkan atau diduga secara teori biasanya tidak akan menjadi kenyataan persis sesuai dengan apa yang telah digariskan di atas kertas; sebaliknya apa yang telah terjadi dalam pengalaman di lapangan lebih mungkin bisa memberikan arah yang praktis akan tindakan yang harus diambil untuk masa yang akan datang. Masa demikian bisa bersifat jangka pendek (sampai dua bulan), menengah (dua bulan sampai satu tahun) atau panjang (di atas satu tahun).
Dengan demikian spekulan tulen sebagai istilah kebursaan, termasuk dalam kelompok pakar analisis juga, ada yang fanatik berhaluan teknikal dan ada juga yang berpegang pada faktor-faktor fundamental, namun sebaiknya kedua cara ini digunakan bersamaan. Adakalanya spekulator sebagai istilah umum dipertukarkan dengan kata spekulan sebagai istilah kebursaan, maka perlu disadari bahwa ada perbedaan mendasar antara keduanya.
Jalan menuju profesionalisme di bursa
Bisa jadi pelaku baru di bursa ingin menggampangkan persoalan bukan dengan sikap untung-untungan secara murni, namun dengan mengandalkan pada rumor atau apa kata orang lain, termasuk teman. Haluan demikian adalah sama berbahayanya, karena yang dijadikan panutan atau pedoman, belum tentu adalah pihak yang kompeten.
Jika memang ingin memilih jalan yang lebih mudah, dapat
digunakan jasa para profesional dalam pengelolaan dana, yang
disebut reksa dana. Namun sudah tentu dengan risiko yang lebih
kecil karena memanfaatkan keahlian orang lain, ada biaya ekstra
yang harus diperhitungkan sehingga mengurangi keuntungan yang
sesungguhnya bisa diraihnya sendiri.
Pada tahap permulaan bolehlah berbagi keuntungan sambil menimba
ilmu, yaitu dengan mempelajari analisis risiko dan analisis
teknikal sendiri seraya menetapkan keputusan jual-beli di atas
kertas (paper trading) sambil membandingkannya dengan apa yang
dilakukan oleh pakar staf riset reksadana Setelah berhasil
menyamai prestasi pakar demikian paling sedikit selama katakanlah
setengah tahun, Anda sebagai pelaku baru di bursa saham atau
komoditi boleh mencoba bertindak atas dasar keputusan sendiri.
Pakar staf riset di perusahaan danareksa biasanya melaksanakan analisis teknikal dan/atau fundamental untuk menjamin agar keputusan jual-belinya dapat menghasilkan keuntungan secara konsisten. Analisis fundamental menggunakan tabel yang memuat daftar rasio keuangan emiten yang bisa dibuatkan grafik dengan bantuan perangkat lunak komputer dan sudah tentu ada teks yang menyajikan laporan/berita material secara berkesinambungan. Analisis teknikal hanya bisa dilaksanakan dengan grafik harga dan/ atau volume yang bisa dibuat dengan tangan atau secara ideal memanfaatkan perangkat lunak komputer. Prosesnya disebut juga 'charting' dan pembacaannya secara benar membutuhkan pengalaman yang pada akhirnya melahirkan semacam naluri yang oleh beberapa pakar analisis fundamental disebut sebagai subyektif. Namun karena tidak pernah terjadi bahwa para pakar fundamental semuanya mengambil keputusan yang persis sama untuk saham atau komoditi yang sama, maka unsur subyektifitas tetap melekat juga pada mereka.
Karena PT Bumianyar Futuria kini berspesialisasi dalam analisis teknikal, maka disediakanlah pangkalan data harga Bursa Efek Jakarta yang dapat ditampilkan dalam bentuk grafik dengan program komputer yang bernama MetaStock sebagai alat analisis yang sangat populer di seluruh dunia dan dapat diperoleh dari prinsipalnya di Amerika Serikat.
Dasar-dasar analisis risiko
Langkah pertama yang suka dilupakan oleh para pemula adalah bahwa tidak setiap dana yang tersedia bisa digunakan untuk dimanfaatkan di bursa saham atau komoditi dengan aman. Untuk menilai apakah cukup aman untuk digunakan bergantung pada tujuan keperluannya, yaitu apakah pemanfaatannya adalah untuk keperluan dasar seperti makanan, pakaian, perumahan, kesehatan dan pendidikan. Dalam keadaan demikian maka tingkat risikonya adalah 100% alias bisa lenyap secara total tanpa kemungkinan pemulihan sama sekali, karena tidak ada cadangan untuk upaya demikian. Maka dalam keadaan seperti itu, dana tidak boleh dipakai untuk tujuan spekulasi. Bahkan bila dana hanya tersedia secara insidental atau dari keuntungan suatu bisnis yang tidak konsisten, maka pemanfaatannya untuk bursa merupakan pendekatan untung-untungan.Dasar pertimbangan ini adalah karena untuk bertahan di bursa saja secara cukup berarti, diperlukan cadangan untuk pemulihan dari pengambilan keputusan keliru, selama satu tahun. Adalah sudah pasti bahkan bagi para pelaku ulung di bursa, bahwa jumlah keputusan keliru akan melebihi jumlah keputusan yang benar dan menguntungkan. Dengan pembatasan risiko yang disebut 'cut-loss' atau menghentikan posisi yang merugikan secepat mungkin, dan sebaliknya membiarkan posisi yang menguntungkan selama mungkin, maka hasil akhir dalam masa yang terdiri dari sejumlah periode tertentu bisa menjadi positif.
Yang dapat disebut sebagai cukup aman adalah bila secara maksimal hanya 10% dari dana yang tersedia, digunakan untuk jual-beli selama satu bulan. Perlu disadari bahwa kerugian sebanyak 5% perlu ditebus dengan keuntungan 5.26% untuk kembali pada posisi semula, bahkan kerugian sebanyak 30% membutuhkan tingkat keuntungan 42.86%, sedangkan untuk mendapatkan hasil sebesar 25% saja dianggap sebagai tingkat kemampuan yang luar biasa. Untuk analisis risiko lebih tuntas yang perlu dipelajari pelaku bursa adalah teori manajemen dana (fund management) atau pada tingkat yang lebih profesional, adalah manajemen portfolio.
Dasar-dasar analisis teknikal
Dalam analisis teknikal atau analisis grafik harga perlu dimengerti terlebih dahulu komponen-komponen yang berpengaruh pada pembentukan garis tegak lurus (bar chart) yang menggambarkan satuan waktu. Untuk saham dan komoditi, satuan tersebut adalah satu hari perdagangan, yang mencakup harga terrendah dan harga tertinggi sebagai titik-titik terrendah dan tertinggi pada garis tegak lurus demikian yang menggambarkan satuan waktu selama hari tersebut. Kemudian harga pembukaan diletakkan sebagai titik yang menempel di sebelah depan, dan harga penutupan sebagai titik di sebelah belakang garis tegak lurus tersebut. Untuk valuta atau mata uang, satuan waktu yang ditetapkan bisa 5 menit karena perdagangannya berjalan jauh lebih cepat.
Harga penutupan pada umumnya lebih berperan sehingga seringkali disambung satu sama lain untuk membentuk grafik garis (line chart) yang mirip gigi gergaji dan disebut grafik harga penutupan. Contoh kedua macam grafik demikian terdapat pada halaman ini yang dibuat dengan program komputer analisis teknikal yang dikenal sebagai MetaStock sebagai hasil ciptaan Equis International, Inc. yang berdomisili di Amerika Serikat dan telah mengangkat PT Bumianyar Futuria sebagai distributor tunggalnya untuk wilayah Republik Indonesia.

CONTOH GRAFIK BATANG (BAR CHART)

CONTOH GRAFIK GARIS (LINE CHART)
Posisi harga penutupan pada grafik batang bisa memberikan
indikasi tentang perkembangan harga di kemudian hari, terutama
pada pola-pola yang telah dibakukan di kalangan analisis teknikal
sebagaimana digambarkan sebagai berikut.
Yang termasuk pola baku adalah:
Semua pola baku tersebut di atas dapat dikenali menurut gambar-gambar di bawah ini, untuk dijadikan pedoman tindakan jual-beli pada periode atau masa berikutnya.
Golongan gerak balik (reversals)

Gambar di atas adalah untuk gerak balik puncak dan penjelasan
penggunaannya tertera di dalamnya.
Untuk gerak balik lembah, yang terjadi adalah sebaliknya dan tidak begitu sulit untuk membayangkannya. Harga penutupan yang cenderung berada berdekatan dengan harga terrendah selama beberapa periode sebelumnya, pada saat gerak balik terjadi, akan melibatkan kenaikan yang tajam disertai volume yang tinggi.

Pada pola puncak atau lembah bulat (saucer/round top or bottom) perubahan dalam permintaan dan penawaran berjalan dengan lambat, dengan demikian juga volume yang terjadi adalah minim sehingga semuanya menunjuk kepada pasar yang sedang tidak begitu berminat. Adalah sulit untuk menetapkan suatu sasaran harga (price objective) sehingga satu-satunya jalan adalah untuk mengamati kapan terjadi perubahan yang berarti untuk memberikan aba-aba tentang minat pasar yang telah menjadi lebih besar dan memberikan harapan lebih baik.

Pola berlian (diamonds) yang tergambar di atas ini, biasanya termasuk gerakan balik, namun bisa juga merupakan bagian dari suatu gerak harga berkesinambungan dan sesungguhnya terdiri dari dua buah segitiga simetris, mirip kepala dan bahu namun adalah lebih kompleks dengan garis leher berbentuk V.
Yang perlu diperhatikan adalah sasaran harga yang dimulai dari titik penembusan dan berjalan minimal sejauh jarak antara puncak dan lembah pola ini.
Berikut ini adalah pola gerak balik berupa kepala dan bahu yang bisa berada di puncak (top) atau lembah (bottom), namun bisa juga terdapat dalam gerak harga berkesinambungan.

Pada gerak balik kepala dan bahu, yang perlu diperhatikan adalah garis lehernya yang tidak selalu harus berupa garis datar, kemudian adanya titik penembusan dan titik gerak balik pada garis leher. Selanjutnya yang penting adalah sasaran harga (price objective) yang berada pada jarak yang sama antaranya terhadap garis leher dan jarak demikian mulai dari puncak pola ini.

Berbeda dari puncak atau lembah bulat yang juga disebut top or bottom saucer dan melibatkan pasar yang serba lambat, maka gerak palik puncak atau lembah ganda (double top or bottom) menggambarkan pasar yang lebih aktif. Manfaat dari pola ini adalah adanya aba-aba titik tembus (breakout) sehingga gerak balik menjadi lengkap dan dapat dimanfaatkan untuk mengambil tindakan jual atau beli.
Ada pula pola puncak atau lembah triple (triple top or bottom) dengan makna serupa, namun pola ini jarang terjadi.
Golongan kongesti dan kesinambungan (congestion and continuation patterns)
Dalam gerak harga yang hampir vertikal naik atau turun, bisa terjadi pola kongesti atau kesinambungan ke samping berupa segipanjang atau bendera., segitiga, pola berlian (diamonds), baji/panji/segitiga simetris naik/turun (bullish/bearish wedges/pennants/symmetrical triangles), dan pola kesinambungan kepala & bahu naik/turun (bullish/bearish head and shoulders continuation pattern) sebagaimana digambarkan di bawah ini.

Dalam pola segitiga naik atau turun, harus ada kaki horisontal sebagai garis penghambat (resistance line) atau pendukung (support) dan garis pendukung dan penghambat bersudut negatif dan positif, yang disentuh paling sedikit tiga kali oleh gelombang harga di antaranya, sebelum tertembus ke atas atau ke bawah. Namun perlu dipastikan dahulu apakah titik tembus menjadi kenyataan untuk membuat pola ini terbentuk dengan sempurna, barulah boleh diambil tindakan beli atau jual.

Pola segipanjang menguat (bullish rectangle) terbentuk bila garis penghambat dan pendukung adalah sejajar secara horisontal dan pola kesinambungan ini bersifat menguat (bullish) meskipun untuk sementara bergerak ke samping. Gelombang harga harus menyentuh kedua garis arah gejala ini sebanyak paling sedikit tiga kali untuk dapat disebut sebagai pola yang memenuhi syarat.

Pada bendera turun (descending flag), pola kesinambungan ini didahului arah gejala naik, bergerak agak menurun untuk melalui suatu titik tembus, meneruskan arah gejala naik tersebut. Untuk membentuk pola ini harus ada paling sedikit tiga buah gelombang harga yang menyentuh garis penghambat dan pendukung yang berjalan agak sejajar; adalah baik untuk mengkonfirmasi dahulu selama dua atau tiga periode bahwa titik tembus adalah memang sah.

Pada baji naik (ascending wedge}, pola kesinambungan ini didahului arah gejala turun, bergerak agak naik untuk melalui suatu titik tembus, meneruskan arah gejala turun tersebut. Untuk membentuk pola ini harus ada paling sedikit tiga buah gelombang harga yang menyentuh garis penghambat dan pendukung yang berbentuk seperti baji; adalah baik untuk mengkonfirmasi dahulu selama dua atau tiga periode bahwa titik tembus adalah memang sah.

Berbeda dari segitiga naik atau turun, maka segitiga simetris tidak mencakup garis arah gejala yang horisontal sebagai salah satu kaki pembatasnya, namun makna yang sama berlaku meskipun tenaga pendorong untuk menghasilkan titik tembus tidaklah sekuat seperti pada segitiga naik atau turun yang biasa.

Pada pola kepala dan bahu naik yang berada di pasar yang sedang menguat, maka kepalanya berada lebih rendah daripada kedua bahunya. Interpretasi gerak harga adalah juga seperti untuk pola versi gerak baliknya dan bisa dijadikan sebagai pedoman tindakan jual-beli.

Golongan Kesenjangan (Gaps)
Apa yang disebut sebagai kesenjangan atau gap adalah lompatan antara harga tertinggi suatu periode ke harga terrendah pada periode berikutnya (gap up) atau sebaliknya (gap down). Bila terjadi pada pasar yang tidak begitu aktif atau dalam pola kongesti dengan volume rendah, maka tidak mengandung makna yang berarti sehingga disebut sebagai kesenjangan biasa atau common gap. Bila disertai volume tinggi, maka kita berbicara mengenai kesenjangan tembus (breakaway gap) dan diharapkan akan terjadi pergerakan harga yang lebih cepat ke arah penembusan tersebut.
Bisa juga terjadi peningkatan volume pada suatu arah gerak harga, maka yang ditemukan dengan demikian adalah suatu kesenjangan lari (runaway gap). Kesenjangan demiikian bisa menghasilkan suatu sasaran harga (price objective) yang jaraknya diukur mulai dari titik kesenjangan dan panjangnya adalah sama dengan lembah atau puncak sebelumnya ke titik tersebut.
Ada juga yang disebut sebagai kesenjangan pulau gerak balik (island reversal gap) yang dibatasi oleh suatu kesenjangan usai (exhaustion gap) dan kesenjangan tembus (breakaway gap) seperti menurut gambar di atas.
Garis arah gejala (trend line)
Bila sebagai pedoman perkembangan gerak harga, bisa dimanfaatkan posisi komponen penutupannya di garis periode untuk grafik batang, maka pengambilan keputusan jual-beli bisa juga dibantu dengan mengenali pola dasar yang sedang terbentuk. Kemudian petunjuk lain adalah arah gejala yang dinyatakan melalui garis lurus (trend line) yang ditarik dari kanan ke kiri mulai dari suatu puncak atau lembah yang menghubungi suatu puncak atau lembah lain lagi. Pada pasar yang melemah (bearish market) penghubungan puncak dengan puncak akan membentuk garis arah gejala menurun (down trendline) yang disebut juga garis penghambat (resistance line) karena penawaran nampak membatasi permintaan agar harga tidak naik sampai dorongan permintaan mengalahkan penawaran. Sebaliknya pada pasar yang menguat (bullish market) penghubungan lembah dengan lembah harus dilaksanakan sehingga kita berbicara mengenai garis arah gejala naik (up trendline) atau garis pendukung (support line). Semakin kecil sudut garis, dan semakin banyak puncak atau lembah saling berhubungan, maka semakin mudah pula bisa terjadi perubahan dari garis penghambat menjadi garis pendukung atau sebaliknya.

Garis arah gejala turun (down trendline) yang ditarik dari puncak A ke B terus sampai memotong grafik harga pada tanggal 23 September 98 kita mendapatkan pentunjuk membeli pada harga penutupan Rp375, maka tindakan beli tentu diambil pada hari berikutnya, namun dengan adanya perkembangan teknologi dalam bentuk komputer yang bisa menghitung dengan cepat, ada cara yang lebih canggih untuk mendapatkan sinyal jual-beli.
Pengembangan selanjutnya terhadap garis arah gejala yang berbentuk lurus, adalah rata-rata arah gejala yang berbentuk lengkung atau gelombang karena titik-titik harga rata-rata disambung satu sama lain. Harga rata-rata selama misalnya 10 hari dapat ditetapkan berupa suatu titik pada hari ke-11 dan seterusnya, jadi bila titik-titik demikian disambung satu sama lain, akan terbentuk garis lengkung yang disebut rata-rata bergerak (moving average) yang dalam hal ini dinamakan rata-rata begerak 10 hari (10 days moving average, dengan lambang MA-10). Rata-rata bisa dihitung secara aritmetik sebagai perhitungan paling sederhana (simple moving average) atau secara berbobot (weighted moving average) atau eksponensial (exponential moving average) yang lebih rumit dan pemakaiannya bergantung selera pemakainya.
Bila pedoman garis gejala turun (down trendline) yang juga bisa disebut garis penghambat dalam gambar di atas, memberikan indikasi membeli pada tanggal 23 Sep 98 pada harga penutupan Rp375, maka petunjuk rata-rata gejala sederhana (simple moving average) 10 hari, adalah untuk tanggal 18 Sep 98 pada Rp275 sehingga jelaslah bahwa analisis dengan rata-rata gejala adalah lebih akurat daripada hanya dengan garis gejala.
Analisis yang lebih cermat lagi bisa dilakukan dengan indikator yang lebih canggih seperti gabungan rata-rata arah gejala, kemudian dengan osilator momentum untuk gerak harga yang arahnya adalah ke samping, dan banyak metode lain yang berada di luar jangkauan materi untuk tingkat pemula.
Indikator yang tersedia di MetaStock 7.0 EOD mencakup 92 buah yang dapat dibagi dalam enam buah golongan, yaitu arah gejala, volatilitas, momentum, siklus, kekuatan pasar (market strength) dan indikator pendukung & penghambat (support & resistance).
Perlengkapan untuk Berdagang di Bursa
Di samping pedoman dan petunjuk yang telah dijelaskan di atas, pemula sebagai pedagang atau spekulan perlu diberi perlengkapan yang dibutuhkan, yang tentu terdiri dari pangkalan data dan perangkat lunak komputer analisis teknikal disertai pesawat telpon untuk dapat menempatkan berbagai amanatnya pada pihak pialang, yang pasti lebih berwenang untuk menjelaskan rincian yang berlaku. Pelaku bursa termasuk spekulan yang lebih serius dan canggih karena terjun sepenuh waktu, tentu juga membutuhkan apa yang disebut sebagai price datafeed langsung dari bursa agar bisa mengikuti perkembangan urutan permintaan, penawaran dan transaksi secara realtime atau pada saat yang sama peristiwa demikian terjadi. Maka mereka bisa menempatkan amanat sesaat dalam hitungan menit perihal saham mana saja, namun mereka tetap perlu melaksanakan tindakan analisis sebelumnya untuk membimbing mereka kepada keputusan yang tepat. Analisis demikian adalah berdasarkan pangkalan data end-of-day atau harga tertinggi, terendah dan penutupan pada akhir suatu hari perdagangan (adakalanya harga pembukaan juga dibutuhkan) untuk semua saham dan jenis transaksi. Harga-harga demikian dalam bentuk data mentah diperoleh dari datafeed bursa, kemudian diproses lagi menjadi data adjusted (atau telah disesuaikan) akibat terjadinya pemecahan saham (split), dikeluarkannya saham klaim (rights) dan terjadinya konversi obligasi, ditambah dengan penawaran saham baru (IPO).
Maka pangkalan data harga akhir-hari merupakan suatu keharusan untuk semua pelaku bursa saham dan MetaStock Versi 7.0 EOD (untuk End-of-Day) merupakan perangkat lunak komputer yang paling cocok untuk melaksanakan analisis teknikal sehingga memberikan kemampuan untuk memilih industri atau saham yang terbaik demi tindakan yang menguntungkan di samping menghasilkan isyarat pada saat yang tepat untuk penempatan amanat pasar, dibantu hampir seratus buah indikatornya.