Pembedaan Grafik Harga Kini dari Harga Historikal demi Akurasi Analisis di Bursa Saham
Pemahaman perbedaan dalam fungsi dan kegunaan grafik
harga-kini (realtime) dari harga historikal (end-of-day
cum historical) di bursa saham, akan menghasilkan
keterampilan yang dapat mencegah pengambilan keputusan jual-beli
yang keliru, atau bahkan fatal.
Sekilas tidak ada perbedaan yang mencolok antara kedua macam
grafik tersebut, maka diperlukan pengertian dasar akan proses
pembentukan dan perkembangan harga di bursa saham.
Asal-usul data perlu juga dipastikan agar jelas, akurat, dapat
dipercaya dan pemakaiannya serta penerapannya tidak ceroboh serta
melanggar hak milik intelektual.
Harga saham baru
Pada tahap promosi suatu saham baru, maka ada tiga pihak yang
memegang peran utama, yaitu emiten, penjamin dan regulator atau
pengawas pasar modal. Sesungguhnya ada juga institusi lain
terlibat seperti akuntan publik, notaris, jasa penilai,
percetakan, dsb. sebagai pendukung.
Emiten sebagai pihak yang membutuhkan modal tambahan untuk
usahanya, menawarkan penyertaan dalam kegiatan bisnisnya berupa
saham pada harga nominal tertentu (katakanlah Rp1,000 atau Rp 500
dan kini bahkan Rp100 di bursa efek lokal). Jumlah lembar saham
yang akan ditawarkan kepada masyarakat atau publik, bergantung
pada besarnya modal yang dibutuhkan untuk pengembangan usaha
pihak emiten. Katakanlah bahwa yang dibutuhkan adalah Rp 100
milyar, maka jumlah saham baru yang akan dikeluarkan adalah 200
juta lembar dengan nominal Rp 500. Sudah tentu harga saham tidak
akan ditetapkan pada nilai nominal, karena bidang usaha yang
digeluti menawarkan masa depan yang dianggap cerah, apalagi
perusahaan mempunyai reputasi yang baik, memegang hak-hak paten
dan merek tertentu, dsb. yang semuanya dianggap sebagai aset
tidak berwujud (intangible assets).
Karena emiten umumnya tidak bergerak dalam bidang keuangan,
hubungan dengan masyarakat investor tentu tidak bisa dijalin
dalam waktu singkat, sehingga mutlak membutuhkan bantuan pihak
penjamin.
Adalah penjamin atau underwriter yang sudah
biasa terjun dalam bisnis finansial sehingga bisa meyakinkan para
investor atau calon pemegang saham, bahwa saham yang sedang
ditawarkan betul-betul mewakili perusahaan bonafide. Karena
penjamin memperoleh imbalan berupa fee dalam persentase tertentu
dari keseluruhan hasil penjualan saham baru, maka bersama-sama
dengan emiten, ditetapkan harga saham baru tersebut sebagaimana
tertera dalam prospektus yang akan dibagikan kepada setiap
peminat atau calon investor.
Penawaran saham baru ini kepada publik disebut Initial
Public Offering (disingkat IPO); dan
selisih antara harga IPO dan nilai nominal saham disebut agio
atau premium.
Adalah selisih ini berupa agio yang nanti akan berpengaruh pada
harga saham, bila suatu waktu sebagian atau keseluruhannya
dikembalikan kepada para investor berupa tambahan saham baru lagi
yang disebut bonus, karena emiten tidak ingin mengecewakan mereka
karena tidak bisa atau tidak ingin mengeluarkan dividen.
Sementara terjadi perundingan antara emiten dan penjamin,
keduanya juga menghubungi pengawas/ regulator pasar modal (di
sini Bapepam) yang harus memastikan bahwa tidak terjadi
pelanggaran hukum atau penipuan dalam penyelenggaraan IPO
tersebut.
Setelah Bapepam menyatakan persetujuannya, maka otoritas pasar
modal harus dihubungi juga dengan tujuan pendaftaran (di sini
Bursa Efek Jakarta atau Surabaya), sebelum saham yang telah
terjual kepada para investor, bisa diperdagangkan di bursa. Harga
IPO tidak dicatat di bursa saham, karena transaksinya tidak
terjadi di sana.
Harga-kini (Realtime)
Setelah terdaftar di bursa, mulailah perdagangan saham baru
tersebut, biasanya pada harga lebih tinggi dari IPO-nya karena
cukup banyak investor tidak kebagian jatah penawaran perdana
demikian, sehingga permintaan melebihi penawaran.
Melalui jaringan komputer, pihak bursa efek mengumumkan
perkembangan harga selanjutnya berupa urutan penawaran dan
permintaan yang ditutup dengan harga transaksi, yang bisa terjadi
puluhan kali dalam suatu sesi perdagangan untuk setiap saham yang
dianggap menarik oleh pasar. Pelaporan berkesinambungan demikian
disebut juga datafeed.
Urutan penawaran dan permintaan dalam datafeed muncul di layar
komputer yang juga menampilkan nama-nama pialang yang terlibat,
dan begitu transaksi terjadi maka harganya akan dilaporkan pada
saat itu dengan seketika, sehingga disebut harga-kini atau real
time price.
Para pialang yang melaksanakan amanat jual-beli tentu merupakan
bagian dari jaringan komputer bursa efek, dan para pelaku bursa (traders)
yang gandrung untuk mengikuti urutan penawaran dan permintaan,
harus menempatkan amanatnya dengan cepat melalui galeri pialang
yang siap setiap saat agar bila terlaksana sebagaimana
dikehendakinya. Dengan demikian harga kini adalah informasi
sesaat yang masih akan berubah pada transaksi berikutnya.
Yang ditampilkan pada layar adalah hanya angka dan huruf, dengan
demikian disebut juga data mentah karena belum dijadikan grafik,
dan ditandaskan demikian karena tidak mempunyai makna apa pun
secara historikal, apalagi untuk tujuan analisis bahkan jangka
pendek sekalipun.
Adalah jelas dari urutan proses pembentukan harga-kini, bahwa
amanat pasar harus dimasukkan ke dalam sistem jaringan komputer
segera setelah suatu harga transaksi yang telah ditunggu-tunggu
muncur di layar. Maka para pialang yang berwenang untuk
memasukkannya, seraya menempati kursi mereka di lantai bursa,
harus senantiasa siapa setiap detik, bahkan fraksi detik dalam
suasana persaingan yang ketat. Pemasukan amanat yang hanya dapat
dilakukan oleh pialang, menjadikan jaringan tersebut menjadi
sistem perdagangan otomatis yang disebut Jakarta
Automated Trading System (JATS). Dalam keadaan demikian
tidak banyak waktu tersedia untuk melaksanakan suatu analisis
sebelum mengambil keputusan penting yang harus segera disusul
penempatan amanat ke dalam sistem tersebut.
Analisis demikian harus dilaksanakan sebelumnya dan saat paling
cepat yang memungkinkan informasi harga-kini bisa disajikan dalam
format yang teratur, tanpa angka-angka penawaran dan permintaan,
terbatas pada pilihan harga pembukaan, tertinggi, terrendah,
terakhir dan volume, adalah laporan akhir-hari (end-of-day)
sebagaimana dikeluarkan oleh penyedia data, malam itu juga atau
esok paginya. Pemrosesan harga-akhir-hari selanjutnya sehingga
menghasilkan suatu grafik, tetap disebut sebagai produk
harga-kini karena unsur historikalnya masih belum ditampung.
Bila ada kegiatan analisis yang dianggap cocok dengan
memanfaatkan grafik harga-kini, maka jangkauannya adalah dari
jenis intraday yang memaksudkan bahwa hanya harga-akhir-hari dari
hari sebelumnya bisa digunakan dengan bermanfaat.
Harga-akhir-hari cum historikal hasil penyesuaian
Sebagaimana dijelaskan di atas harga-kini berguna untuk menjadi
pedoman menuju pelaksanaan amanat pasar, maka analisis yang
dibutuhkan untuk sampai kepada keputusan yang masuk akal, harus
dilaksanakan sebelumnya dan ini membuat kita sadar mengenai
perlunya segi historikal pra harga saham seperti dibeberkan di
bawah ini.
Sebagaimana dijelaskan di atas, di samping para pialang, ada juga
penyedia data (data provider) yang menerima
informasi sama yang dinamakan datafeed dan
disalurkan melalui jaringan komputer bursa efek agar dapat
merangkaikan harga-harga transaksi menjadi grafik untuk disajikan
kepada para pelanggannya di layar komputer mereka. Dengan tarif
bulanan atau tahunan perorangan atau perusahaan demikian dapat
memanfaatkan grafik-grafik yang dihasilkan dengan cakupan jamgka
waktu yang lebih lama daripada sekedar hari sebelumnya.
Dengan bantuan grafik, gerak harga juga bisa dilacak dengan lebih
mudah dan para pelanggan penyedia data dapat menghubungi pialang
mereka untuk mengamanatkan keputusan jual-beli mereka kapan saja
dikehendakinya.
Sampai tahap ini harga-kini dan harga-akhir-hari menampilkan
grafik yang sama, namun aspek dan makna historikal yang
mendahuluinya bisa mengubah jenis grafik yang disebut belakangan,
menjadi grafik historikal juga bila penyedia data memasukkan
perubahan yang diperlukan sebagaimana diumumkan sewaktu-waktu
oleh bursa saham melalui mekanisme pengumumannya. Maka penyediaan
data atau datafeed harus digabung dengan fasilitas penyediaan
pengumuman atau announcement feed sebagaimana
disebarluaskan melalui Internet atau BBS untuk menghasilkan
grafik harga-akhir-hari cum historikal.
Perubahan yang akan mempengaruhi harga saham adalah tindakan yang
diambil oleh emiten sehingga mengakibatkan perubahan dalam jumlah
saham yang terdaftar. Perubahan-perubahan demikian adalah akibat
dari pemecahan saham, pemecahan-terbalik (reverse split),
pengeluaran saham klaim, bonus, saham dividen dan pelaksanaan
konversi obligasi atau waran.
Suatu kenaikan dalam volume akan mengakibatkan penurunan harga
dalam perbandingan terbalik bila modal yang telah distor tidak
berubah, sebagaimana terjadi pada pemecahan saham, pengeluaran
saham bonus dan pelaksanaan obligasi konversi. Perubahan dalam
modal yang telah distor hanya bisa terjadi bila ada pengeluaran
saham baru akibat masuknya dana segar seperti saham klaim,
pengeluaran saham dividen dan pelaksanaan waran.
Setiap perubahan sebagaimana diterangkan di atas, disebut penyesuaian
atau adjustment dan akan mempengaruhi nilai
volume dan tingkat harga mulai apa yang disebut sebagai
"cum-date" terus mundur sampai kepada hari pertama
saham telah memasuki bursa untuk diperdagangkan. Penyesuaian
demikian dilakukan berdasarkan rumus-rumur yang berada di luar
jangkauan materi tulisan ini, karena beberapa darinya seperti
saham klaim, adalah cukup rumit. Maka tanggal "cum"
adalah hari sewaktu suatu rumus penyesuaian harus diberlakukan
terhadap harga dan volume sebagaimana telah diputuskan oleh
emiten dan disetujui oleh otoritas bursa saham, hari perdagangan
yang berikutnya disebut "ex-date" atau hari
"ex" sewaktu haluan tindakan yang biasa, dilaksanakan
dan berada di luar jangkauan rumus penyesuaian.
Perlu diamati bahwa penyedia data harga-kini (realtime
data provider) tidak wajib untuk menyajikan data harga
historikal kecuali secara spesifik menyatakannya dalam
kontrak/perjanjiannya dengan para pelanggannya, meskipun demikan
mereka boleh mengaku sebagai penyedia harga-akhir-hari (end-of-day
prices) karena itu adalah hasil kerjanya dengan
sebenarnya.
Sebaliknya penyedia data harga historikal (historical
data provider) dengan sendirinya memperhatikan semua
pengumuman otoritas bursa saham berkenaan penyesuaian (adjustments)
yang dibutuhkan para pelanggannya agar analisis teknikal mereka
tidak meleset atau salah hitung.
Karena penyedia data harga historikal telah bekerja keras penuh
ketelitian seraya mempertahankan keakuratan data yang dapat
diandalkan sepanjang tahun, dalam memperhatikan semua pengumuman
penyesuaian, maka hasil kompilasi data demikian merupakan produk
hak milik intelektual yang perlu ditaati setiap pelanggannya dan
biasanya disebut dalam perjanjian mereka dengannya. Biasanya
bursa saham tidak merasa perlu untuk menyediakan data historikal
demikian, karena yang dikeluarkan adalah hanya informasi mentah.
Karakteristik Pembedaan
Perbedaan yang penting dan mencolok antara pangkalan data
harga-akhir-hari yang biasa (yang sesungguhnya adalah
harga-kini-akhir-hari) dan pangkalan data historikal yang telah
disesuaikan, adalah tindakan mengabaikan perlunya penyesuaian
pada harga hari "cum" di pangkalan data yang disebut
mula-mula. Maka hasilnya adalah jatuhnya harga secara menyesatkan
pada hari "ex" yang akan disambut oleh indikator
penerapan perangkat lunak analisis teknikal sehingga muncullah
sinyal-sinyal yang keliru.
Sesungguhnya penyesuaian yang menghasilkan apa yang disebut
sebagai harga teoretis pada hari "cum"
(cum-date) sebagaimana muncul dalam datafeed,
harus juga diterapkan pada hari-hari sebelumnya mundur terus
sampai pada hari perdagangan yang pertama, dengan bantuan
perangkat lunak yang cocok. Harga pasar pada hari "ex"
(ex-date) akan ditunjukkan secara sesaat (realtime)
di dalam datafeed, biasanya nilainya akan lebih
tinggi daripada harga teoretis. Jadi yang kita dapati adalah
kenaikan dan bukan penurunan harga. Harga teoretis merupakan
hasil dari penerapan rumus-rumus penyesuaian sebagaimana disebut
di atas. Maka waspadalah bila Anda sedang menggunakan suatu
pangkalan data harga, pastikan bahwa yang dipakai adalah dari
jenis harga-akhir-hari cum historikal!
Beberapa orang suka menganggap remeh tantangan penerapan
rumus-rumus penyesuaian secara konsisten dan mencoba untuk
menyusun pangkalan datanya secara manual, yang pada akhirnya
tidak akan bisa mengelak dari faktor kesalahan manusia sehingga
ujung-ujungnya membawa malapetaka dalam perdagangan mereka.